BeritaDAERAH

Pagar Alam Siapkan 50 Hektare Lahan Bawang Putih, Dukung Swasembada Pangan Nasional

23
×

Pagar Alam Siapkan 50 Hektare Lahan Bawang Putih, Dukung Swasembada Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini

PAGAR ALAM, Metrosumatera.id – Pemerintah Kota Pagar Alam terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional dengan mengembangkan bawang putih sebagai salah satu komoditas pertanian unggulan. Sebagai tahap awal, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare yang secara bertahap akan diperluas hingga mencapai 50 hektare.

Untuk mempercepat realisasi program tersebut, Dinas Pertanian Kota Pagar Alam juga berhasil memperoleh bantuan dari pemerintah pusat berupa 1,2 ton benih bawang putih lengkap dengan sarana produksi pertanian. Bantuan itu akan disalurkan kepada sejumlah kelompok tani yang memiliki lahan pada ketinggian 900–1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), kawasan yang dinilai sangat ideal untuk budidaya bawang putih.

Program pengembangan ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan melalui peningkatan produksi bawang putih di berbagai daerah, termasuk Provinsi Sumatera Selatan.

Wali Kota Pagar Alam, H. Ludi Oliansyah, mengatakan pemerintah daerah bergerak cepat menyiapkan lahan agar program yang diinisiasi pemerintah pusat dapat segera direalisasikan.

“Program ini memang baru dimulai, namun Kota Pagar Alam telah siap dengan lahan yang akan ditanami. Ini menjadi bukti kesiapan daerah dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat sekaligus membuka peluang besar untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih,” ujar Ludi, Selasa (4/8/2026).

Menurut Ludi, kebutuhan bawang putih nasional saat ini mencapai sekitar 700 ribu ton per tahun, sementara sekitar 80 persen di antaranya masih dipenuhi melalui impor. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi daerah yang memiliki potensi pertanian seperti Kota Pagar Alam.

“Kita memiliki lahan pertanian yang luas serta aset lahan yang masih dapat dikembangkan. Potensi ini harus dimanfaatkan secara maksimal agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat,” katanya.

Ia optimistis, apabila program pengembangan bawang putih dijalankan secara serius dan berkelanjutan, Kota Pagar Alam tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan daerah sendiri, tetapi juga dapat menjadi pemasok bagi wilayah lain di Sumatera Selatan bahkan provinsi tetangga.

“Bawang putih merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang terus meningkat. Saya mengajak seluruh kelompok tani memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Pemerintah Kota Pagar Alam akan terus memberikan pendampingan agar program ini berhasil,” tegasnya.

Ludi juga mengingatkan agar benih bantuan dari pemerintah tidak diperjualbelikan, melainkan digunakan sepenuhnya untuk kegiatan budidaya.

“Jangan menjual benih yang telah diberikan. Gunakan sesuai peruntukannya sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi kelompok tani. Jika program ini berhasil, tentu akan terus kita kembangkan. Harapan kami, suatu saat Presiden dapat melihat langsung keberhasilan pengembangan bawang putih di Kota Pagar Alam,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Pagar Alam, H. Syahrol Efendi atau yang akrab disapa H. Kalok, memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kota Pagar Alam dalam memperkuat sektor pertanian melalui pengembangan komoditas bawang putih.

Menurutnya, bawang putih merupakan komoditas strategis dengan prospek ekonomi yang menjanjikan karena menjadi kebutuhan pokok masyarakat setiap hari dan memiliki harga jual yang relatif stabil.

“Bawang putih adalah komoditas bernilai tinggi. Kebutuhannya terus meningkat dan harga jualnya cukup stabil. Kami berharap bantuan ini tidak hanya berhenti pada penyediaan benih, tetapi benar-benar mampu meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan petani,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Kota Pagar Alam, Sutriani, MM, didampingi Kepala Bidang Pertanian Diky Herlambang, memastikan pihaknya akan terus melakukan pendampingan kepada petani mulai dari proses penanaman, pemeliharaan hingga panen agar program berjalan optimal dan menghasilkan produksi sesuai target.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kota Pagar Alam dan Kementerian Pertanian RI, pengembangan bawang putih diharapkan mampu menjadikan Kota Pagar Alam sebagai salah satu sentra produksi bawang putih di Sumatera Selatan. Program ini juga diharapkan dapat mendukung penguatan ketahanan pangan nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di daerah.

(LEN)