PALEMBANG, Metrosumatera.id – Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa menerima audiensi pengurus Ikatan Keluarga Musi Banyuasin (IKA Muba) di Kantor Wali Kota Palembang, Selasa (15/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan antara Pemerintah Kota Palembang dan IKA Muba sebagai organisasi yang menghimpun masyarakat asal Kabupaten Musi Banyuasin yang berdomisili di Kota Palembang.
Dalam audiensi itu, Ratu Dewa menyambut positif keberadaan IKA Muba. Menurutnya, organisasi kedaerahan memiliki peran penting dalam menjaga hubungan sosial sekaligus menciptakan suasana harmonis di tengah masyarakat.
Ia berharap komunikasi dan kerja sama antara Pemkot Palembang dan IKA Muba dapat terus ditingkatkan. Sinergi tersebut tidak hanya dalam kegiatan organisasi, tetapi juga dapat mendukung berbagai program pembangunan di Kota Palembang.
Pengurus IKA Muba hadir bersama sejumlah tokoh senior organisasi. Rombongan di antaranya terdiri dari Sekretaris Umum Rubi Indiarta, Bendahara Darmalina, Wakil Ketua Dewan Penasihat Ir. H. Nazaruddin Nanung, Ketua Dewan Pakar Prof. Dr. Ir. Muhammad Yamin, M.P., Ketua Dewan Pembina Ir. H. Fakhruddin Halik, M.Sc., Wakil Ketua IKA Muba Ir. H. Rudi Apriyadi, Koordinator Bidang Keanggotaan Drs. Hasanul Hak, MM, Ketua Panitia Pengukuhan IKA Muba H. Iwan Irawan, S.Hum., serta Sekretaris Panitia Pengukuhan Novas Riady, S.Kom., S.I.Kom., M.I.Kom.
Selain memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah, audiensi tersebut juga menjadi bagian dari persiapan pengukuhan kepengurusan IKA Muba. Agenda pengukuhan direncanakan berlangsung di Griya Agung Sumatera Selatan pada 27 September mendatang dan akan dihadiri Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Wali Kota Palembang, serta Bupati Musi Banyuasin.
Sekretaris Umum IKA Muba Rubi Indiarta mengatakan, jumlah warga asal Musi Banyuasin yang berdomisili di Kota Palembang cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.
Berdasarkan pendataan internal organisasi, sedikitnya terdapat sekitar 36 desa yang telah terdata dalam jaringan IKA Muba. Jika setiap desa memiliki sekitar 1.000 warga, jumlah masyarakat asal Muba di Palembang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang.
“Yang terdata hari ini sudah ada sekitar 36 desa. Kalau satu desa saja seribu, maka sudah ada 36 ribu yang memang sudah mengumpul di Kota Palembang ini untuk orang Muba,” kata Rubi.
Ia menegaskan, IKA Muba tidak sekadar menjadi wadah berkumpulnya masyarakat berdasarkan asal daerah. Organisasi tersebut juga diarahkan sebagai ruang untuk membangun kepedulian, komunikasi, serta mempererat hubungan antarwarga Muba yang tinggal di Palembang.
Menurut Rubi, pendekatan melalui organisasi kekeluargaan dapat memudahkan komunikasi dengan masyarakat.
“Kalau kita pendekatan lewat organisasi IKA, itu lebih ampuh. Lebih ampuh karena lebih manusiawi,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, jajaran pengurus turut membawa sejumlah tokoh senior. Kehadiran para senior dinilai penting untuk memberikan arahan sekaligus memperkuat proses regenerasi di tubuh organisasi.
“kami membawa senior-senior kami ini untuk memberi pertimbangan, memberi nasihat buat kami,” katanya.
Pembahasan juga mencakup persiapan pelaksanaan pengukuhan pengurus IKA Muba. Panitia telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan untuk menyambut para undangan, termasuk sejumlah hadiah doorprize seperti sepeda, motor listrik, kulkas dan hadiah lainnya.
Dukungan juga datang dari Wakil Ketua IKA Muba Rudi Apriyadi yang sekaligus menjadi salah satu donatur kegiatan. Ia menyiapkan bantuan dua ton beras yang rencananya dibagikan kepada tamu undangan yang hadir dalam kegiatan pengukuhan.
Setiap tamu akan mendapatkan beras sebanyak lima kilogram.
“Kakanda Rudi Apriyadi, Wakil Ketua kami di IKA Muba, beliau salah satu donatur dan sudah menyiapkan dua ton beras. Jadi setiap tamu yang datang dapat beras segarung lima kilo,” ungkap Rubi.
Pengurus IKA Muba juga menyampaikan permohonan dukungan kepada Ratu Dewa agar dapat hadir dalam agenda pengukuhan. Kehadiran wali kota dinilai sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Palembang terhadap keberadaan masyarakat asal Musi Banyuasin di Palembang.
Keberadaan organisasi kedaerahan seperti IKA Muba diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Selain menjaga ikatan kekeluargaan, organisasi tersebut juga dapat menjadi wadah penyampaian aspirasi warga sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan.
Dengan komunikasi dan sinergi yang semakin kuat, IKA Muba diharapkan mampu berkontribusi dalam menjaga kerukunan sekaligus memperkuat hubungan antara warga Musi Banyuasin dan Pemerintah Kota Palembang.













