BeritaLAHAT

Hujan Mulai Guyur Lahat, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai

2
×

Hujan Mulai Guyur Lahat, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai

Sebarkan artikel ini

Lahat – Dalam sepekan terakhir, hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Lahat . Setelah dilanda kemarau panjang, selain membawa harapan bagi sektor pertanian, perubahan cuaca ini juga memunculkan ancaman bencana banjir dan tanah longsor yang perlu diwaspadai masyarakat.

Kondisi tersebut saat ini jadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lahat. Pasalnya, tanah yang sebelumnya mengering akibat kemarau, ditambah berkurangnya vegetasi di sejumlah kawasan akibat kebakaran lahan, berpotensi meningkatkan kerawanan bencana saat curah hujan mulai tinggi.

Kepala BPBD Kabupaten Lahat, Ali Afandi mengungkapkan, berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan masih berlangsung hingga November. Namun, hujan dengan intensitas ringan hingga deras dan bersifat lokal sudah mulai mengguyur sejumlah wilayah.

“November ini sebenarnya masuk musim peralihan dari kemarau ke musim hujan. Curah hujan diperkirakan akan tinggi ketika memasuki bulan Desember mendatang,” ungkap Ali Afandi, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, hal yang paling dikhawatirkan adalah dampak hujan deras, setelah wilayah Lahat melewati periode kemarau panjang. Kondisi tanah yang mengering serta berkurangnya tutupan vegetasi dapat membuat tanah lebih mudah tergerus air dan meningkatkan potensi terjadinya longsor.

“Keberadaan vegetasi sangat penting sebagai penahan tanah, sekaligus membantu memperlambat aliran air ketika hujan turun. Dengan kondisi Lahat yang sebelumnya sering terjadi kebakaran lahan, dikhawatirkan saat musim hujan nanti banyak terjadi bencana banjir dan tanah longsor,” ujarnya.

Ali Afandi mengingatkan masyarakat, agar tidak menunggu bencana terjadi untuk mulai meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta menjaga kebersihan saluran drainase, tidak membuang sampah ke sungai, serta menghindari aktivitas pembakaran lahan yang dapat memperparah kerusakan lingkungan. Selain itu, jika mengetahui tanda-tanda awal bencana, warga diminta segera menjauh dari lokasi berbahaya dan melaporkannya kepada aparat setempat atau petugas BPBD.

“Kewaspadaan bukan hanya jadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh masyarakat. Jangan sampai hujan yang seharusnya membawa berkah, justru berubah jadi petaka akibat kelalaian menjaga lingkungan dan mengabaikan potensi bencana,” sampainya.