ADVERTORIALBerita

Ketua DPRD Prabumulih Ikut Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun

10
×

Ketua DPRD Prabumulih Ikut Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun

Sebarkan artikel ini

PRABUMULIH – Musim kemarau yang masih melanda Kota Prabumulih mulai berdampak terhadap aktivitas dan kebutuhan masyarakat, terutama terkait ketersediaan air bersih.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih tidak hanya menyiapkan langkah penanganan di lapangan, tetapi juga memperkuat ikhtiar melalui doa bersama dengan menggelar Salat Istisqa.

Salat Istisqa dilaksanakan di Lapangan Kantor Pemkot Prabumulih, Senin (31/8/2026). Salat yang bertujuan memohon turunnya hujan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti jajaran pemerintah daerah bersama berbagai unsur masyarakat.

Salat Istisqa diimami Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Prabumulih, Drs H M Amin SAg MM.

Turut hadir Wali Kota Prabumulih H Arlan, Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasril SKom MM, Ketua DPRD Prabumulih H Deni Victoria SH MSi, Kepala Kejaksaan Negeri Prabumulih Asvera Primadona SH MH, Kepala BPS Kota Prabumulih Jupni Amnus SE MM, Sekretaris Daerah, seluruh kepala OPD, staf ahli, jajaran TP PKK, camat, lurah, kepala desa serta para pegawai Pemkot Prabumulih.

Walikota Prabumulih H Arlan mengatakan, di tengah kondisi kemarau, pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan doa, tetapi juga harus diiringi langkah nyata untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Sebagai Pemkot Prabumulih, kita tidak boleh berpangku tangan. Kita harus terus melakukan langkah-langkah nyata, seperti menyediakan air bersih, mencegah dampak karhutla dan berbagai upaya lainnya,” ujar Arlan.

Menurutnya, selain berdampak terhadap ketersediaan air bersih, musim kemarau juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi vegetasi dan lahan yang kering membuat api lebih mudah muncul dan menyebar.

Karena itu, upaya pencegahan karhutla harus terus dilakukan. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Di tengah berbagai langkah teknis tersebut, Deni menilai Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar spiritual pemerintah bersama masyarakat.

“ Kita memohon doa agar hujan segera turun melalui Salat Istisqa ini. Ini bagian dari usaha dan ikhtiar kita,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Prabumulih H Deni Victoria mengatakan Salat Istisqa menjadi momentum untuk bersama-sama memohon pertolongan Allah SWT sekaligus melakukan introspeksi diri di tengah kondisi kemarau.

Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat segera dikabulkan sehingga hujan turun di wilayah Prabumulih dan membawa manfaat serta keberkahan bagi masyarakat.

“Semoga segera turun hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat. Ini merupakan bentuk ibadah dan doa kita agar dikabulkan oleh Allah SWT,” harapnya.

Arlan juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai sarana muhasabah sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, menghadapi kemarau bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Penggunaan air secara bijak dan menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam mengurangi dampak kekeringan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sembarangan, termasuk membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara yang berisiko menimbulkan titik api.

Dengan ikhtiar melalui Salat Istisqa serta berbagai langkah penanganan di lapangan, Pemkot Prabumulih berharap kondisi kemarau dapat segera berakhir dan hujan turun sehingga kebutuhan air masyarakat kembali terpenuhi. (*)