Lahat,Metrosumatera.com Salah seorang calon jemaah, Parini (66), mengaku telah melunasi biaya umrah sebesar Rp 32 juta termasuk 10 orang jemaah lainya kepada PT J Amanah Wisata (EJ Travel) melalui perwakilan travel umrah atau yang disebut Peyalur di desa tersebut, Rhadatul Jannah, sejak November 2025.
Namun, hingga kini jadwal keberangkatan yang dijanjikan pada November 2025 tak kunjung terealisasi sampai sekarang ini.
“Uang Rp32 juta itu saya kumpulkan dari hasil panen kopi, karena keinginan saya sangat besar untuk bisa beribadah umrah,” ujar parini saat ditemui, Jumat (6/2/2026).
Keluhan serupa disampaikan Giman (65). Ia mengatakan telah melunasi biaya perjalanan umrah melalui travel yang sama. Namun, jadwal keberangkatan terus mengalami penundaan tanpa kejelasan.
“Awalnya dijanjikan berangkat November 2025 hingga Desember, lalu diundur Januari hingga Pebruari 2026 Namun sampai sekarang belum juga berangkat padahal paspor serta pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up/MCU) dan vaksinasi di Palembang. Untuk manasik umroh Dilaksanakan di desa Mangun Sari/ Bukit Timur dengan bimbingan dari Ivan selaku perwakilan PT J Amanah Wisata (EJ Travel) gagalnya berangkat dari jadwal yang disampaikan pihak J Trivel melalui penyalur awalnya dengan alasan visa belum keluar, jika dalam waktu dekat ini masih tidak ada juga kejelasanya kami 11 orang jemaah omrah,Korban dugaan penipuan dari penyalur dan pihak J Trivel akan melaporkan Pelaksana Jasa maupun J trevel tersebut ke Pihak yang berwajib.Ungkapnya
Sementara itu, Kepala Desa Mangun Sari, Yipno (45), membenarkan adanya laporan dari 11 warganya terkait dugaan penipuan tersebut. Pemerintah desa, kata dia, telah berupaya memediasi kedua belah pihak agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara baik-baik.
“Benar, sudah dua kali pertemuan kami mediasi bersama Polsek Jarai. Salah satunya menghasilkan surat pernyataan perjanjian dari pihak travel umrah untuk menyelesaikan permasalahan ini,” kata Yipno.
(LEN)













