PAGAR ALAM, Metrosumatera.id – Masyarakat Kota Pagar Alam berharap seluruh proyek pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah dengan nilai cukup fantastis dapat dikerjakan secara maksimal, mengutamakan kualitas, serta memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Harapan tersebut disampaikan Kardin, warga Pagar Alam Selatan. Menurutnya, setiap proyek pembangunan yang saat ini tengah berjalan, baik yang bersumber dari anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkimtan), maupun organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya, harus benar-benar memperhatikan mutu pekerjaan.
Ia menilai, dengan besarnya anggaran yang dikucurkan pemerintah, sudah sewajarnya hasil pembangunan memiliki kualitas fisik yang baik, konstruksi kokoh, serta mampu bertahan dalam jangka panjang.
“Kami sebagai masyarakat sangat berharap proyek-proyek yang sedang dikerjakan ini benar-benar mengutamakan kualitas. Jangan sampai anggarannya besar, tetapi hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan harapan. Bangunan harus kokoh, materialnya berkualitas, dan pengerjaannya sesuai spesifikasi teknis,” ujar Kardin saat menyampaikan tanggapannya, Senin (2/11/2026) siang.
Menurutnya, pembangunan yang menggunakan anggaran besar harus memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Fasilitas yang dibangun diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan, keamanan, pelayanan publik, serta efisiensi dalam jangka panjang.
Selain kualitas fisik bangunan, Kardin juga menekankan pentingnya ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan. Ia berharap tidak ada proyek yang mengalami keterlambatan hingga terbengkalai atau mangkrak karena dapat merugikan masyarakat.
“Jangan hanya mengejar penyelesaian pekerjaan secara administratif. Mutu bangunan juga harus menjadi perhatian utama. Kalau kualitasnya bagus, tentu manfaatnya bisa dirasakan masyarakat hingga bertahun-tahun ke depan,” tambahnya.
Ia juga berharap pengelolaan anggaran proyek dilakukan secara transparan dan akuntabel serta terhindar dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Menurutnya, keberadaan konsultan pengawas harus benar-benar menjalankan tugas secara profesional dan objektif untuk memastikan kontraktor bekerja sesuai kontrak, spesifikasi teknis, serta standar kualitas yang telah ditentukan.
Di sisi lain, masyarakat juga memiliki hak untuk mengetahui dan mengawasi pelaksanaan pembangunan. Karena itu, papan informasi proyek yang memuat nilai anggaran, nama pelaksana, sumber dana, serta target waktu penyelesaian harus dipasang secara jelas dan transparan.
Kardin berharap proyek-proyek bernilai besar dikerjakan oleh kontraktor yang memiliki kompetensi, sertifikasi, keahlian, serta rekam jejak pekerjaan yang baik.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam apabila menemukan indikasi pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, penggunaan material yang diduga tidak memenuhi standar, maupun pekerjaan yang terkesan asal-asalan.
“Kalau masyarakat melihat ada indikasi kecurangan atau pekerjaan yang tidak sesuai ketentuan, silakan sampaikan laporan kepada instansi terkait agar bisa ditindaklanjuti dan diperiksa sesuai aturan,” tegasnya.
Sementara itu, Metrosumatera.id sebagai media yang menjalankan fungsi kontrol sosial akan terus memberikan perhatian terhadap pelaksanaan pembangunan di Kota Pagar Alam, khususnya proyek-proyek yang menggunakan anggaran pemerintah dalam jumlah besar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat sejumlah kegiatan pembangunan dengan nilai anggaran cukup besar, di antaranya proyek pada Dinas PUTR, Dinas Kesehatan, serta RSUD Besemah.
Publik berharap seluruh proyek tersebut dapat menghasilkan bangunan dan fasilitas yang berkualitas, aman, bermanfaat, serta membanggakan masyarakat Kota Pagar Alam. Jangan sampai besarnya anggaran yang dikucurkan tidak sebanding dengan hasil pekerjaan akibat lemahnya pengawasan maupun dugaan pengurangan mutu pekerjaan.
(LEN)













