PAGAR ALAM – Perbaikan jalan menggunakan metode tambal sulam dengan material semen yang dilakukan Dinas PUTR Kota Pagar Alam baru-baru ini kembali menjadi sorotan publik.
Metrosumatera.id menilai penggunaan material semen pada permukaan aspal diduga berisiko tinggi dan berpotensi cepat rusak kembali apabila tidak sesuai peruntukannya. Secara teknis, material semen dan aspal memiliki daya rekat serta tingkat elastisitas yang berbeda sehingga dinilai kurang tepat apabila dipadukan dalam perbaikan jalan.
Terkait pekerjaan tersebut, awak media sempat melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas PUTR Kota Pagar Alam dan Kabid Bina Marga melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon. Namun hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum memberikan tanggapan, Kamis (25/06/2026).
Sikap bungkam pihak Dinas PUTR saat dikonfirmasi mengenai proyek tambal sulam menggunakan semen yang diduga tidak sesuai standar itu dinilai sebagai bentuk minimnya transparansi publik. Kondisi tersebut juga memunculkan dugaan adanya penyimpangan spesifikasi teknis (RAB) serta lemahnya pengawasan dari pemerintah setempat.
Sementara itu, salah satu pengendara yang melintas, Bihan, mengatakan kepada Metrosumatera.id bahwa kondisi jalan di dalam Kota Pagar Alam sudah berbulan-bulan mengalami kerusakan dengan banyaknya jalan berlubang.
“Beberapa bulan lalu memang sudah dilakukan perbaikan tambal sulam oleh dinas terkait. Namun hanya dalam beberapa hari, aspal kembali terangkat dan materialnya berhamburan di badan jalan, seperti yang terjadi di simpang empat lampu merah Nendagung,” ujarnya, Sabtu (27/06/2026).
Menurutnya, saat ini kembali terlihat adanya perbaikan dengan menutup lubang menggunakan material semen. Meski demikian, langkah tersebut dinilai hanya sebagai upaya sementara guna mengantisipasi kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua yang setiap hari melintas di kawasan dalam kota, seperti di jalan menuju belakang Kantor PU, Kelurahan Pagar Alam, Kecamatan Pagar Alam Utara.
Di sisi lain, Kandar, warga yang setiap hari menggunakan jalan tersebut, mengaku sudah lama menunggu proses perbaikan jalan dari pemerintah. Namun ia meragukan ketahanan tambalan jalan yang menggunakan material semen di atas permukaan aspal.
“Kalau jalan aspal ditambal menggunakan semen, kemungkinan besar tidak akan bertahan lama dan cepat rusak kembali,” ungkapnya.
Sementara itu, secara terpisah Kepala Dinas PUTR Kota Pagar Alam dan Kabid Bina Marga saat kembali dihubungi awak media pada Kamis (24/06/2026) terkait perbaikan jalan tersebut juga belum memberikan tanggapan. Pesan WhatsApp yang dikirim awak media diduga hanya dibaca tanpa ada balasan hingga berita ini diterbitkan.
(LEN)













